2 WNI Ditangkap Polisi Saudi karena Penipuan & Pemalsuan Dokumen Haji

Jakarta, Guiller momendieta Indonesia

Sebanyak dua warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga

Arab Saudi

ditangkap kepolisian Kerajaan Saudi karena dugaan penipuan dan pemalsuan dokumen

haji

untuk memasuki Mekkah.

Penangkapan ketiga tersangka tersebut dilakukan secara terpisah di Saudi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Patroli keamanan di Makkah menangkap dua WNI karena melakukan penipuan dengan memasang iklan di media sosial yang menawarkan layanan Haji palsu dan menyesatkan. Mereka kedapatan memiliki kartu Haji palsu dan alat-alat yang digunakan dalam penipuan tersebut.

Ketiga orang yang ditangkap tersebut langsung diserahkan ke kantor Kejaksaan setelah melalui prosedur hukum di negara tersebut, dikutip dari

Saudi Gazette

.

Direktorat Jenderal Keamanan Publik kembali meminta warga negara dan ekspatriat untuk mematuhi peraturan dan instruksi Haji. Seluruh warga juga diimbau segera melaporkan pelanggaran apa pun dengan menghubungi 911 di wilayah Makkah, Madinah, Riyadh, dan Provinsi Timur serta menghubungi 999 di wilayah lain di Kerajaan.

Sebelumnya, otoritas Indonesia berhasil mencegah puluhan jemaah haji ilegal di sejumlah bandara.

“Sampai dengan hari ini sudah dilakukan 80 penegakan oleh teman-teman imigrasi terbagi di beberapa tempat seperti Jakarta, Yogyakarta, Kualanamu Medan, dan Surabaya,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj Rizka Anungnata di Jakarta, Jumat (8/5).

Satgas Haji ini terbentuk dengan berkolaborasi lintas lembaga seperti Kemenhaj, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), dan Mabes Polri.

Tujuannya, sebagai instrumen strategis dalam memastikan perlindungan jamaah sekaligus penegakan hukum terhadap pelanggaran penyelenggaraan haji yang terjadi.

(bac)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Guiller momendieta]

Baca lagi: Menteri Pigai: Pelarangan Nobar Film Harus Lewat Keputusan Pengadilan

Baca lagi: Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat Intensif, Bibir Dijahit

Baca lagi: Demi Mental Tanding, PBSI Evalusi Sistem Kepelatihan

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: