Aktivis Spanyol-Brasil dari Kapal Flotilla ke Gaza Ditangkap Israel

Jakarta, Guiller momendieta Indonesia

Dua aktivis kewarganegaraan Spanyol dan Brasil yang turut dalam pelayaran kemanusiaan internasional, Flotilla, menuju

Gaza

,

Palestina

, ditangkap aparat Israel.

Mengutip dari

AFP,

Sabtu (2/5)

,

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Israel mengonfirmasi bahwa dua aktivis itu telah dibawa ke Negara Yahudi untuk diinterogasi. Sebelumnya, kapal kemanusiaan itu diintersep Israel dalam pelayaran menuju Gaza pekan ini.

Dua aktivis itu yakni Saif Abu Keshek (Spanyol) dan Thiago Avila (Brasil).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Mereka saat ini berada di Israel dan akan dipindahkan untuk diinterogasi oleh pihak berwenang penegak hukum,” demikian pernyataan Kemenlu Israel via akun media sosial seperti dikutip dari

AFP

.

Kemenlu negara Zionis itu pun menyatakan dua aktivis tersebut berafiliasi dengan sebuah organisasi yang dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, mengutip dari

Anadolu

,

pemerintah Spanyol dan Brasil mengecam penculikan dua warga negara mereka oleh Israel. Dua negara itu menyebut warga negara mereka bersama kapal Flotilla itu berada di perairan internasional saat dicegat dan ditangkap Israel.

Dalam pernyataan bersama pada Jumat (1/5), mereka menyebut aksi Israel sebagai tindakan ilegal secara terang-terangan.

Pemerintah Spanyol dan Brasil mengatakan kedua aktivis tersebut berada di atas kapal armada Sumud flotilla, yang dicegat pasukan Israel di perairan internasional. Kapal itu disita dan seluruh awak diturunkan di Pulau Kreta, Yunani, namun dua aktivis itu dibawa ke Israel.

“Tindakan ilegal yang terang-terangan oleh otoritas Israel di luar yurisdiksinya. Ini merupakan pelanggaran hukum internasional yang dapat diajukan ke pengadilan internasional, serta dapat diartikan sebagai tindak pidana menurut hukum nasional masing-masing negara kami,” demikian pernyataan bersama Spanyol dan Brasil.

Lebih lanjut, pemerintah negara di Eropa dan Amerika Selatan itu menuntut agar Israel segera memulangkan warga negara mereka masing-masing dengan jaminan keselamatan penuh. Mereka juga menuntut diberikan akses konsuler segera untuk bantuan dan perlindungan warga negara mereka tersebut.

Sebelumnya armada kapal pelayaran bantuan kemanusiaan Global Sumud flotilla dicegat Israel pada Kamis (30/4) lalu di dekat Pulau Kreta, Yunani. Saat dicegat, kapal itu berjarak sekitar 600 mil laut dari tujuannya, yakni wilayah Gaza yang sedang diblokade sepihak oleh Israel.

Israel telah memberlakukan blokade ketat terhadap perairan di Jalur Gaza sejak 2007. Selain itu jalur darat dari perbatasan-perbatasan terkait pun dijaga ketat sehingga bantuan kemanusiaan susah masuk.

(afp/kid)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Guiller momendieta]

Baca lagi: Lepas Pamer Mobil Listrik dan PHEV di Beijing Auto Show 2026

Baca lagi: Polisi Tetapkan 6 Pelajar Tersangka Kericuhan di Tamansari Bandung

Baca lagi: Sebabkan Kecelakaan Beruntun, 19 Petugas Dishub Palembang Akan Dihukum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: