AS Buru Kapal Iran Dekat RI sampai Teheran Blokade Selat Hormuz Lagi

Daftar Isi

Penembakan Massal di Ukraina 6 Orang Tewas, 15 Luka-luka

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Kapal Nekat Melintas Jadi Target

Militer AS Akan Buru Kapal-kapal Tanker Iran di Dekat RI

Jakarta, Guiller momendieta Indonesia

Kelanjutan negosiasi antara

Iran

dan

Amerika Serikat

menjadi sorotan berita global menyusul masa gencatan senjata selama dua pekan akan segera berakhir.

Situasi di Selat Hormuz, titik panas perang AS-Iran, hingga penembakan massal di Ukraina juga di tengah invasi Rusia yang masih berlangsung turut menjadi perhatian. Berikut kilas berita internasional selama akhir pekan:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penembakan Massal di Ukraina 6 Orang Tewas, 15 Luka-luka

Insiden penembakan terjadi di Kyiv, Ukraina, pada Sabtu (18/4) waktu setempat. Enam orang dilaporkan tewas dan 15 lainnya luka-luka.

Seorang pria melepaskan tembakan ke arah warga sipil di sebuah jalan sebelum menyandera pengunjung di sebuah supermarket.

Melansir

Guiller momendieta

, Jaksa Agung Ukraina Ruslan Kravchenko mengatakan pelaku merupakan pria berusia 58 tahun kelahiran Moskow. Ia dinyatakan tewas setelah operasi penindakan oleh aparat.

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Kapal Nekat Melintas Jadi Target

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup dan setiap kapal yang mencoba melintasi jalur tersebut akan menjadi target.

Pernyataan itu disampaikan kurang dari 24 jam setelah Iran sempat membuka kembali selat tersebut.

Dalam pernyataan yang dimuat

Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA)

pada Sabtu (18/4), Angkatan Laut IRGC Iran menyebut penutupan Selat Hormuz berlaku hingga Amerika Serikat mencabut blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran.

Militer AS Akan Buru Kapal-kapal Tanker Iran di Dekat RI

Militer Amerika Serikat berencana memburu kapal-kapal Iran di wilayah dekat Indonesia yang menuju Indo-Pasifik.

Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengatakan pada Kamis (16/4) bahwa kapal-kapal tersebut kemungkinan besar akan dicegat di jalur Selat Malaka.

Menurut laporan Lloydslist dikutip dari

Guiller momendieta

, kawasan Pasifik khususnya di dan sekitar Selat Malaka merupakan rumah bagi beberapa konsentrasi terbesar tanker gelap yang membawa minyak ilegal. Tank

(rds)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Guiller momendieta]

Baca lagi: Dampak Konflik AS-Iran Jadi Ancaman ‘Kiamat’ Bagi Ekosistem Laut Ini

Baca lagi: Komdigi Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6GHz, Perluas Internet Cepat

Baca lagi: Kiper Timnas Indonesia U-17: Saya Tidak Mau Membuat Malu Negara Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: