Ben Gvir Tolak Mahkamah Israel Blokir Parit Buaya di Penjara Palestina

Jakarta, Guiller momendieta Indonesia

—

Menteri Keamanan Nasional

Israel

, Itamar Ben Gvir, menolak perintah pengadilan untuk menangguhkan rencana menempatkan buaya di sekeliling penjara tahanan

Palestina

.

Bersama dengan Menteri Perlindungan Lingkungan Idit Silman, Ben Gvir mengunjungi parit-parit buaya yang mengelilingi sayap Ketziot, penjara yang menampung warga Palestina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kunjungan itu dilakukan meskipun Pengadilan Distrik Yerusalem telah mengeluarkan perintah pada 2 Agustus lalu untuk menghentikan sementara rencana memasukkan buaya ke sekeliling Ketziot. Perintah itu dirilis seiring dengan proses hukum yang berjalan atas petisi yang diajukan kelompok hak-hak hewan, Let the Animals Live.

“Seharusnya ada buaya di sini, tapi pengadilan mengeluarkan perintah dan terus menghalangi apa yang sedang kami lakukan,” kata Ben Gvir, seperti dikutip

Middle East Monitor

.

Ben Gvir menyampaikan pihaknya bakal menghadapi pengadilan dan memperjuangkan hingga buaya-buaya itu bisa benar-benar ditempatkan di Ketziot.

“Akan ada buaya. Kami akan berjuang di pengadilan,” ucapnya.

Sebelumnya, Let the Animals Live mengajukan gugatan terhadap Silman, Ben Gvir, dan Dinas Penjara Israel (IPS) buntut kekhawatiran soal wacana menempatkan buaya di Ketziot.

Organisasi itu khawatir buaya-buaya yang ditempatkan di Ketziot akan mendapat perlakuan buruk, serta akan menimbulkan bahaya bagi staf-staf penjara. Persoalan mereka bukan karena cemas akan kondisi tahanan Palestina.

Gugatan ini dilayangkan saat parit-parit di Ketziot dilaporkan sudah mulai digali.

Ketziot merupakan penjara terbesar Israel dan memiliki tingkat keamanan paling ketat. Penjara ini sudah lama digunakan untuk menahan warga dari Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Menurut lembaga penahanan Palestina, jumlah warga Palestina yang ditahan di penjara Israel meningkat 83 persen sejak pemerintahan Benjamin Netanyahu meluncurkan agresi ke Gaza pada Oktober 2023. Jumlah tersebut melebihi 9.600 tahanan dibandingkan angka sebelum agresi.

(blq/bac)

[Gambas:Video Guiller momendieta]

Baca lagi: Respons Kubu Sarwendah Soal Viral Chat WA ke Ruben tentang Obat HIV

Baca lagi: Kementerian UMKM Dorong CSR Jadi Bagian Bisnis Inti Perusahaan

Baca lagi: Kematian Eks Istri Polisi Medan, Dokter Jelaskan Asal-usul Luka Lebam

One Response

  1. Saya sepakat dengan mayoritas analisis di atas. Namun, menurut saya kita juga perlu memperhitungkan variabel perubahan tren pasar yang sangat cepat, karena hal itu bisa mengubah dinamika efektivitas strategi ini secara signifikan.kingsatria situs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: