
Jakarta, Guiller momendieta Indonesia
—
Amerika Serikat
resmi mengumumkan kesepakatan bersejarah dengan
Arab Saudi
untuk membangun program
nuklir
sipil.
Washington menegaskan bahwa perjanjian itu mencakup berbagai mekanisme pengamanan guna mencegah proliferasi senjata nuklir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah ini diambil ketika Amerika di bawah Presiden Donald Trump masih terlibat perang dengan Iran, yang sebagian besar dipicu oleh kekhawatiran terhadap program nuklir Teheran.
AS dan Saudi meneken dua perjanjian yaitu mengenai “kerja sama nuklir untuk tujuan damai” dan “jaminan bilateral”. Keduanya diteken langsung oleh Menteri Energi AS Chris Wright dan Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman.
“Dua perjanjian ini bersama-sama menjadi landasan hukum bagi kemitraan bernilai miliaran dolar yang akan berlangsung selama puluhan tahun, sekaligus mendukung sejumlah tujuan ekonomi dan strategis utama, termasuk pencegahan proliferasi nuklir,” kata Kementerian Energi AS dalam sebuah pernyataan pada Rabu (22/7).
Namun, hingga kini naskah lengkap kedua perjanjian tersebut belum dipublikasikan.
Menurut laporan, salah satu ketentuan dalam kesepakatan itu memungkinkan perusahaan-perusahaan Amerika membangun fasilitas pengayaan uranium di Arab Saudi.
Namun, Kementerian Energi AS tidak menyebutkan ketentuan tersebut dalam pernyataannya dan tidak memberikan komentar ketika dimintai tanggapan oleh
AFP
.
Kesepakatan itu akan diajukan ke Kongres untuk ditinjau. Sejumlah anggota Kongres AS dari Partai Republik maupun Demokrat, serta para pejabat Israel, sebelumnya telah menyuarakan penolakan terhadap proyek ini.
Mereka khawatir Arab Saudi pada akhirnya dapat menyalahgunakan kerja sama itu untuk mengembangkan senjata nuklir.
Meski begitu, Kongres yang saat ini dikuasai Partai Republik diperkirakan tidak akan menghalangi rencana Trump ini.
Arab Saudi, seperti halnya Iran, telah lama menegaskan haknya untuk mengembangkan program nuklir sipil. Tahun lalu, Riyadh juga menandatangani pakta pertahanan bersama dengan Pakistan yang merupakan negara bersenjata nuklir.
Amerika Serikat sebelumnya pernah menandatangani perjanjian kerja sama nuklir dengan Uni Emirat Arab pada 2009, meskipun negara tersebut tidak melakukan pengayaan uranium sendiri.
(rds)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Guiller momendieta]
Baca lagi: Harry Styles Batalkan Konser di Brazil karena Sakit
Baca lagi: Pesawat Maskapainya Rusak 3 Kali di Bandara, Israel Curiga Sana-sini
Baca lagi: Saan Mustofa: Garda Pemuda Bantu NasDem Masuk 3 Besar Pemilu 2029




7 Responses
Artikel ini mengajarkan kita bahwa pengaruh terbesar dibangun dari konsistensi kebaikan harian. Poin-poin ilmunya sangat kaya akan nilai-nilai keteladanan yang riil. http://users.atw.hu/nlw/viewtopic.php?t=29634&start=0&postdays=0&postorder=asc&highlight=
Tulisan yang sangat membantu untuk merapikan isi lemari, meja kerja, hingga jadwal harian. Ilmu di dalamnya sangat fungsional dan bikin hidup terasa lebih lega. https://luma.com/pbsl0901
Artikel ini mengajarkan kita cara membangun kebiasaan merawat apa yang kita miliki. Sebuah ilmu terapan yang sangat berharga untuk kesederhanaan hidup harian. https://www.dibiz.com/orangecountycbdgummiesukamazon
Sangat suka dengan cara artikel ini mengubah rasa cemas menjadi rencana aksi harian yang terukur. Sebuah panduan mental yang sangat andal di situasi apa pun. https://www.dibiz.com/choicecbdgummieswheretobuy
Terima kasih buat pencerahannya hari ini. Artikelnya ngebantu banget buat nambah pemahaman saya. Saya sempat baca bahasan sejenis dengan pembahasan mendetail di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297571563_htm
Penjelasan di artikel ini benar-benar ngebuka wawasan baru buat saya, bahasannya rapi dan gampang diikuti. Kebetulan saya juga nemu info tambahan yang selaras di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297446117_htm sebagai bahan bacaan extra.
Bahasannya sangat berbobot dan terstruktur dengan baik dari awal sampai akhir. Sukses terus untuk blognya! Kebetulan kemarin sempat baca ulasan sejenis yang detail di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297123634_htm