
Jakarta, Guiller momendieta Indonesia
—
Iran
sampai saat ini belum secara resmi menyatakan kesiapan atau kehadiran mereka dalam putaran kedua negosiasi dengan
Amerika Serikat
di Islamabad, Pakistan.
Jika betul-betul ada perundingan negosiasi kemungkinan digelar Rabu atau Kamis, mengingat gencatan senjata dua pekan yang akan berakhir Rabu (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata dua pekan yang mulai berlaku 8 April. Artinya, gencatan akan berakhir pada 22 April pukul 20.00 waktu Washington DC atau 23 April pukul 03.30 waktu Teheran, demikian dikutip
Al Jazeera
.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei pada Senin (20/4) mengatakan belum ada keputusan final mengenai partispasi Teheran dalam perundingan itu.
“Saat ini, kami belum memiliki rencana untuk putaran negosiasi selanjutnya, dan belum ada keputusan yang dibuat dalam hal ini,” saat konferensi pers, dikutip
WANA
.
Ketua parlemen yang juga pemimpin delegasi Iran di putaran pertama Mohamad Ghalibaf memberi pernyataan yang berbeda soal negosiasi ini.
Dia mengatakan Iran siap bernegosiasi tetapi bukan dengan syarat yang dipaksakan AS.
“Kami tidak menerima perundingan di bawah bayang-bayang ancaman,” kata dia.
Ghalibaf juga mengatakan Iran siap untuk skenario lain yang berbasis konfrontasi jika pembicaraan tak mencapai kesepakatan dan gencatan tak diperpanjang.
“Dalam dua minggu terakhir, kami sudah siap mengungkap kartu-kartu baru di medan perang,” kata dia.
Di berbagai kesempatan sejumlah pejabat Iran terutama Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan negara ini selalu terbuka dengan dialog atau diplomasi tapi tanpa ancaman.
Presiden AS Donald Trump juga menduga kecil kemungkinan gencatan diperpanjang.
“Sangat kecil kemungkinan saya akan memperpanjangnya,” kata Trump saat wawancara dengan
Bloomberg
, dikutip
Guiller momendieta
.
Trump memperkirakan jika AS-Iran gagal mencapai kesepakatan, perang bisa kembali berkobar.
Saat ini, semuanya belum jelas. Segalanya kian tak pasti sebelum seluruh delegasi tiba di Islamabad.
Delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dilaporkan siap berangkat ke Islamabad pada Selasa (21/4).
Meski para delegasi hadir, negosiasi tidak akan berjalan mudah karena beberapa poin penting yang belum terselesaikan antara Iran-AS.
Kedua pihak punya daftar tuntutan yang panjang, termasuk yang berkaitan dengan Selat Hormuz, sanksi, ganti rugi perang, hingga program nuklir, demikian dikutip
Al Jazeera
.
(bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Guiller momendieta]
Baca lagi: FOTO: Kloter Pertama Calon Jemaah Masuk Asrama Haji
Baca lagi: KPK Panggil Staf PBNU Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji Era Yaqut
Baca lagi: Satgas Cartenz Tembak Anggota KKB yang Serang TNI Tahun 2024


