
Jakarta, Guiller momendieta Indonesia
—
Ketua delegasi negosiator
Iran
sekaligus ketua parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan
Amerika Serikat
sepakat mencairkan aset negaranya yang dibekukan hingga US$12 miliar (Rp214 triliun).
Ghalibaf mengatakan pencairan itu akan dilakukan dua kali dengan masing-masing US$6 miliar (Rp107 triliun). Pencairan ini dilakukan menyusul kesepakatan lanjutan antara AS dan Iran di Swiss pada akhir pekan lalu sebagai upaya mengakhiri perang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kita semua telah tahu alasan sebenarnya di balik perang ini adalah untuk memusnahkan peradaban Iran, dan tujuan ini sudah bergeser menjadi mendatangkan pendapatan besar bagi petani AS dengan aset yang dibekukan,” kata Ghalibaf, dikutip
The Nation
, Selasa (23/6).
“Secara keseluruhan, kami tidak menghadapi batasan apa pun tentang bagaimana menyalurkan dana ini. Aset kami akan digunakan dengan kebebasan mutlak,” imbuh dia.
AS sebelumnya cemas pencairan dana itu digunakan Iran untuk mendukung proksinya di Timur Tengah. Washington belum berkomentar soal pernyataan terbaru Ghalibaf.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei juga mengatakan pemerintah akan memutuskan bagaimana menggunakan aset-aset yang dicairkan tersebut.
“Kami akan memutuskan bagaimana menggunakan aset Iran yang dilepas dengan cara apapun yang paling sesuai dengan kepentingan negara,” kata Baghaei dalam konferensi pers pada Selasa, dikutip media pemerintah
IRNA
.
Dalam hal pembelian barang, Kementerian Pertanian dan badan terkait, lanjut dia, akan membuat keputusan berdasarkan harga serta kualitas.
“Oleh karena itu, tidak ada pembatasan dalam hal ini.”
Pencairan aset yang dibekukan itu sesuai dengan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump dan Presiden Masoud Pezeshkian di lokasi masing-masing, tanpa tatap muka pada pekan lalu.
MoU itu mencakup penghentian pertempuran di semua front, pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan sanksi AS ke Iran, hingga masa depan nuklir Iran.
Klausul soal pencairan aset Iran yang dibekukan tertera dalam poin ke-11.
“Amerika Serikat berjanji untuk sepenuhnya menyediakan dana dan aset Republik Islam Iran yang dibekukan atau dibatasi untuk digunakan setelah implementasi Nota Kesepahaman ini,” demikian poin tersebut.
“Amerika Serikat dan Republik Islam Iran akan saling menyepakati prosedur terkait pelepasan dana tersebut selama negosiasi.”
(isa/rds)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Guiller momendieta]
Baca lagi: Kesaksian Penjaga Kos soal Perempuan Disekap di Cileunyi Bandung
Baca lagi: SUV T2 Masih Jadi Tulang Punggung Penjualan Jetour Indonesia
Baca lagi: Sinopsis Jumanji the Next Level, Bioskop Trans TV 23 Juni 2026




One Response
cobain main di situs genting138 salah satu situs slot gacor terpercaya. akses genting138 sekarang. slot depo qris 5k