Infrastruktur Air di Iran Selatan Hancur Total Dirudal Militer AS

Jakarta, Guiller momendieta Indonesia

Serangan rudal

Amerika Serikat

menghantam infrastruktur air di wilayah selatan

Iran

pada Rabu (10/6).

Direktur pelaksana perusahaan air dan pengolahan air limbah Provinsi Hormozgan, Abdolhamid Hamzehpour, mengatakan serangan rudal “teroris” AS terjadi beberapa jam sebelum subuh, dan menargetkan infrastruktur distribusi air yang penting.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan sebuah tangki berkapasitas 500 meter kubik dan sebuah tangki berkapasitas 2.000 meter kubik, hancur total. Padahal dua tangki itu berperan besar memasok air minum ke distrik Bemani dan Kuhestak.

“Distribusi air ke semua desa di Bemani dan kota Kuhestak telah dihentikan,” kata Hamzehpour.

Hamzehpour mengatakan saat ini tim operasional dan manajemen krisis sedang berupaya menerapkan langkah-langkah alternatif, untuk mengamankan pasokan air.

Sebelumnya serangan rudal Israel dilaporkan menghancurkan tiang menara telekomunikasi dan dua tangki air.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengeklaim serangan mereka telah menargetkan sistem pertahanan udara, stasiun pengendalian, dan situs radar pengawasan Iran di dekat Selat Hormuz.

CENTCOM mengatakan serangan dimulai pukul 5 sore pada Selasa (9/6) waktu setempat, dan misi tersebut merupakan “respons” proporsional terhadap agresi Iran”.

Menanggapi serangan itu, Korps Garda Revolusi Iran menyebut AS sebagai negara penghasut perang.

“Rezim AS penghasut perang menyerang beberapa titik di Jask, Sirik, dan Qeshm, merusak tiang telekomunikasi di Sirik dan menghancurkan dua tangki air di kota itu,” demikian pernyataan IRGC, dikutip AFP.

“Sebagai tanggapan atas tindakan kejam musuh, pesawat tempur Angkatan Laut IRGC melancarkan serangan pesawat tak berawak terhadap Angkatan Laut ke-5 AS di Bahrain,” imbuh IRGC.

Saling serang terbaru antara Iran dan AS terjadi, setelah Presiden Donald Trump menuduh Teheran menembak jatuh helikopter tempur Apache AS yang sedang berpatroli di Selat Hormuz.

(dna)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: 9 Kebiasaan Buruk yang Buat HP Cepat Rusak

Baca lagi: Gempa Dangkal M 5,0 Guncang Sangihe Sulawesi Utara

Baca lagi: Ajak Keluarga Pindah ke Pedesaan Jepang Dibayar Rp340 Juta, Mau?

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: