
Jakarta, Guiller momendieta Indonesia
—
Iran
mengatakan telah menyepakati rute-rute kapal yang melintasi
Selat Hormuz
bersama
Oman
dan kini tengah menyelesaikan pengaturan untuk mengelola jalur perairan tersebut secara bersama
Pada Rabu (5/8), Kementerian Luar Negeri Iran mengungkapkan terobosan baru itu bersama Oman di tengah kebuntuan negosiasi dengan Amerika Serikat imbas perang yang kembali memanas antara keduanya meski sedang gencatan senjata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Koordinat geografis rute yang direncanakan kedua pihak telah disepakati dan, jika pihak ketiga tertentu tidak menghambat proses tersebut, pernyataan bersama kedua negara yang memuat pertimbangan utama dan poin-poin kesepakatan juga sedang dalam tahap peninjauan dan penyusunan akhir,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah
IRNA
.
Menurut laporan tersebut, Baqaei mengatakan kepada wartawan bahwa pembicaraan dengan Oman terus berjalan. Namun, sekalipun kesepahaman tercapai, hal itu tidak berarti Selat Hormuz telah menjadi jalur yang aman bagi seluruh kapal yang melintas.
Namun, sumber-sumber resmi yang memberikan keterangan kepada media Iran menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz ini akan bergantung pada gelagat AS, terutama dalam memenuhi apa yang dipandang Teheran sebagai komitmennya untuk mengakhiri blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
“Faktor-faktor yang membuat Selat Hormuz tidak aman masih ada di pihak Amerika Serikat, terutama blokade laut serta tindakan agresif dan mengancam lainnya terhadap Iran dan kepentingannya,” ujarnya.
Selat Hormuz menjadi jalur bagi sekitar seperlima ekspor minyak dan LNG dunia. Iran secara
de facto
telah menguasai Selat Hormuz sejak lama dan menjadikan jalur perairan itu senjatanya melawan Amerika Serikat dan Israel yang melancarkan perang sejak 28 Februari lalu.
Presiden AS Donald Trump berulang kali mengatakan bahwa Teheran ingin mencapai kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut.
Namun, Iran membantahnya dan mengatakan akan mengatur lalu lintas pelayaran melalui kesepakatan dengan negara tetangganya di seberang selat, Oman.
(rds/rds)
[Gambas:Video Guiller momendieta]
Baca lagi: Airlangga Respons soal Jurang Si Kaya dan Miskin Kian Melebar
Baca lagi: BPI Ingatkan Aturan AI di Film, Harus Ada Izin & Kompensasi Aktor
Baca lagi: FOTO: Kazakhstan Lepas Liarkan Harimau Demi Kembalikan Populasi




2 Responses
Saya sangat tersentuh dengan refleksi di bagian penutup artikel. Sering kali kita lupa pada tujuan utama hanya karena terlalu sibuk mengejar target teknis semata. Bacaan yang sangat menenangkan sekaligus mengedukasi. ajslot88 slot
Poin-poin yang dipaparkan sudah sangat kuat. Akan tetapi, menurut saya ada satu elemen pendukung lagi yang perlu diperhatikan, yaitu kesiapan infrastruktur dasar sebelum strategi utama diprioritaskan.jabar88