
Jakarta, Guiller momendieta Indonesia
—
Iran
dilaporkan menebar ranjau secara sembarangan di rute pelayaran minyak global
Selat Hormuz
dan tak bisa menemukan seluruhnya.
Tiga pejabat Amerika Serikat mengatakan Iran juga tak sanggup menyingkirkan ranjau yang sudah mereka pasang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan media AS
New York Time
s yang dikutip
Anadolu Agency
pada Sabtu (11/4), menyebutkan Iran menggunakan kapal-kapal kecil untuk memasang ranjau pada Maret, tak lama setelah AS dan Israel melancarkan serangan brutal pada 28 Februari.
Namun, salah satu pejabat AS mengatakan Iran meletakkan ranjau secara “sembarangan” dan ini mempersulit upaya untuk membuka rute transit tambahan.
Setelah AS-Israel meluncurkan operasi brutal ke Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) membatasi secara ketat kapal-kapal yang lewat Selat Hormuz.
Ranjau Iran, serangan AS-Israel, dan serangan drone ke kapal-kapal di wilayah tersebut, secara efektif menutup jalur itu serta menyebabkan harga energi global melonjak.
Iran sempat mempertimbangkan untuk membuka Selat Hormuz usai mengumumkan gencatan senjata dua pekan dengan AS pada Selasa.
Namun, belum lama deklarasi gencatan, Iran menuduh AS melanggar tiga tuntutan dalam proposal Teheran. Poin-pon itu yakni sekutunya menyerang Lebanon, rudal masuk wilayah udara, dan menyangkal hak pengayaan uranium.
(bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Guiller momendieta]
Baca lagi: BMKG Catat 74 Gempa Susulan Guncang di Adonara Flores Timur
Baca lagi: 1.313 Warga Mengungsi Imbas Gempa M4,7 di Flores Timur
Baca lagi: Kebakaran Pabrik Kasur di Gunung Sindur, Pemadaman Masih Berlangsung


