
Jakarta, Guiller momendieta Indonesia
—
Tak hanya melancarkan serangan udara balasan terhadap pangkalan
Amerika Serikat
di Timur Tengah,
Iran
juga dilaporkan mulai melancarkan serangan siber dengan menargetkan ponsel tentara AS di kawasan.
Menurut data yang dirilis Mobile Surveillance Monitor, serangan siber yang diduga dilakukan Iran ini memanfaatkan kerentanan pada teknologi jaringan telekomunikasi lama untuk melacak lokasi ponsel personel AS di Timur Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lembaga riset yang mempelajari aktivitas spionase melalui perangkat seluler ini mendeteksi gelombang sinyal yang melintasi berbagai jaringan telekomunikasi di Timur Tengah pada awal perang antara AS-Israel melawan Iran pecah pada Februari lalu.
Peneliti keamanan siber sekaligus pendiri Mobile Surveillance Monitor, Gary Miller, mengatakan data itu mengindikasikan ada “kampanye serangan yang terkoordinasi.”
Miller menuturkan puluhan ribu personel militer AS yang ditempatkan di berbagai negara di Timur Tengah, terutama di negara-negara Teluk seperti Bahrain, menjadi target serangan siber Iran ini.
Ia menuturkan Bahrain, yang menampung salah satu pangkalan militer AS di Timur Tengah, menjadi salah satu negara di mana jaringan telekomunikasinya dibanjiri permintaan data lokasi.
Dikutip
New York Times,
laporan terkait serangan siber Iran ini pertama kali dilaporkan oleh Financial Times. Dalam laporan itu, para pakar yang menelaah data tersebut menilai bahwa Iran tampaknya memanfaatkan sinyal telepon seluler untuk melacak keberadaan personel militer dan kontraktor AS di kawasan tersebut.
Selama bertahun-tahun, jaringan peretas Iran yang tersebar telah menggunakan serangan siber sebagai alat untuk memproyeksikan pengaruhnya di Timur Tengah sekaligus menantang, atau setidaknya mengganggu, AS.
Namun, para analis menilai laporan terbaru mengenai upaya Iran melacak personel AS di seluruh kawasan menunjukkan bahwa kemampuan perang sibernya kini telah berkembang menjadi ancaman yang jauh lebih serius.
Data tersebut menunjukkan kemunculan gelombang sinyal yang dikirim melalui protokol SS7 (Signaling System No. 7), teknologi telekomunikasi dengan tingkat keamanan rendah yang dikembangkan pada 1970-an. Sinyal-sinyal itu bertujuan memperoleh informasi lokasi berbagai perangkat di seluruh kawasan.
Miller mengatakan sinyal tersebut tampaknya menargetkan ponsel yang terhubung ke jaringan operator lokal seperti jenis jaringan yang terkadang digunakan oleh personel militer AS.
Sementara itu, peneliti keamanan siber dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Nikita Shah, mengatakan penggunaan sinyal jaringan telepon oleh Iran untuk menemukan lokasi target menunjukkan bahwa kemampuan perang siber Teheran telah berkembang menjadi lebih canggih.
Menurut Shah, kemampuan Iran ini berpotensi semakin berbahaya bagi personel AS yang ditempatkan di wilayah yang berada dalam jangkauan rudal Iran.
“Dalam beberapa tahun terakhir, terutama selama konflik ini, Iran menjadi sangat kreatif. Bagi saya, ini menunjukkan adanya peningkatan tingkat kecanggihan,” kata Shah.
Menurut Shah, peretas dari Iran, Rusia, China, dan sejumlah negara lain telah lama mengeksploitasi celah keamanan pada sistem telekomunikasi SS7 untuk memata-matai target mereka.
Tahun lalu, para peneliti dari perusahaan keamanan siber asal Swedia, Enea, menemukan bahwa sebuah perusahaan pengawasan di Timur Tengah memanfaatkan kerentanan serupa untuk melacak lokasi pengguna ponsel tertentu.
Ancaman ini juga telah memicu kekhawatiran Kongres AS, di mana sejumlah anggotanya menilai Kementerian Pertahanan masih belum bisa maksimal melindungi personel militer AS di Timur Tengah dari ancaman keamanan siber.
Pada April lalu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) juga mengakui bahwa pihaknya “menerima berbagai laporan ancaman” mengenai penggunaan data lokasi komersial oleh pihak lawan untuk menargetkan personel militer AS.
Pada Selasa (14/7), juru bicara CENTCOM mengatakan dirinya “belum mengetahui laporan tersebut” Ketika dimintai tanggapan mengenai data yang menunjukkan Iran melacak personel AS melalui celah keamanan SS7 ini. Ia bahkan menolak menjawab pertanyaan mengenai langkah-langkah militer AS untuk menghadapi kemampuan kejahatan siber Iran ini.
Meski kemampuan serangan sibernya umumnya masih dianggap berada di bawah Rusia atau China, operasi siber Iran tetap menjadi tantangan yang terus-menerus bagi personel Amerika Serikat, baik di Timur Tengah maupun di wilayah AS sendiri.
Pada Februari, kelompok yang berafiliasi dengan badan intelijen Iran mengaku bertanggung jawab atas penyebaran email dan foto-foto yang dicuri dari akun pribadi Direktur FBI, Kash Patel.
(rds/rds)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Guiller momendieta]
Baca lagi: TNI AU Kirim 4 Pesawat Tempur Ikut Latihan Pitch Black di Australia
Baca lagi: Daftar 10 Content Creator Paling Cuan di Dunia
Baca lagi: Iran Serang Siber Ponsel Tentara AS di Timteng, Trump Makin Kelabakan




15 Responses
Penjelasan di sini gampang banget dicerna dan to the point. Kalau ada yang mau cari sudut pandang tambahan seputar tema ini, coba deh mampir ke https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=291098 juga.
Penjelasannya super lengkap dan gampang dipahami. Saya juga nemu artikel bagus yang bahas ini lebih dalam di https://kldp.org/comment/276738 siapa tau ngebantu.
Top banget artikelnya! Nggak nyesel nyempetin waktu buat baca. Barangkali butuh bacaan tambahan, referensi dari https://kldp.org/comment/351819 juga patut buat dicek.
Bener-bener membuka wawasan baru nih. Makasih sharing-nya! Kebetulan saya juga nemu bahan bacaan yang relate banget di https://kldp.org/comment/352319 cekidot aja guys.
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website https://kldp.org/node/62932 juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
Sebuah dorongan moral yang sangat elegan dari seorang pemikir yang visioner, memberikan dampak perubahan yang sangat positif bagi pembacanya. https://toby-keith-keto-gummies-weight-loss-sup.webflow.io/
Artikel ini laksana sebuah laboratoriun pemikiran yang sangat steril, di mana setiap argumen diuji menggunakan instrumen logika yang sangat ketat dan presisi. https://caramellaapp.com/jack2004/1ErngBwyU/super-health-male-enhancement-gummies
Penulis menunjukkan kejujuran ilmiah yang luar biasa dengan tetap memaparkan keterbatasan batasan riset tanpa mengurangi bobot kebenaran utama. https://www.dibiz.com/alphamaxmaleenhancementboostpower
Struktur penulisan yang sangat geometris memastikan bahwa setiap data penunjang memiliki korelasi langsung dengan kesimpulan akhir yang ditarik penulis. https://absurdy.panoptykon.org/comment/25532
Penulis berhasil meramu latar belakang masalah dengan sangat dramatis namun tetap mempertahankan koridor ilmiah yang sangat ketat dan disiplin. https://bresdel.com/blogs/366037/https-www-facebook-com-PureGanicsCBDGummiesStressRelief
Esai ini menyodorkan realitas apa adanya, dilengkapi dengan perangkat analisis yang mampu mengubah cara pandang kita secara instan dan permanen. https://pdfhost.io/v/FL8b9HJbU_Active_Keto_Gummies_UK
Terima kasih atas dedikasi Anda dalam meriset topik seberat ini hingga menghasilkan sebuah panduan intelektual yang sangat mewah dan elegan. https://caramellaapp.com/htihit/HehDU86Fs/metabolic-labs-keto-acv-gummies-is-it-legit-price
Tulisan yang sangat tangkas dalam mengurai masalah, menghindari perdebatan kusut yang tidak menghasilkan perubahan apa pun di lapangan. https://bresdel.com/blogs/378763/https-www-facebook-com-Order-EliteKetoGummiesUSUK
Penulis berhasil mengemas esensi tulisan ini dengan sangat modis, menjadikannya sebuah hidangan literasi yang sangat cocok dengan selera generasi baru. https://www.dibiz.com/ketofusionacvgummiessale
Sebuah karya tulisan yang memiliki karakter yang sangat kuat, berani menampilkan kelenturan bahasa di tengah maraknya tulisan instan umpan klik. https://pdfhost.io/v/vub4F9WV4_Diaetolin_Reviews_Does_It_Really_Work_Heres_My_Results_Using_It