
Jakarta, Guiller momendieta Indonesia
—
Iran
mengancam akan membatalkan gencatan senjata jika
Lebanon
masih terus diserang.
Seorang sumber Iran mengatakan kepada kantor berita semi-resmi Iran
Tasnim News
bahwa Teheran bakal membatalkan kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat apabila Israel terus menyerang Lebanon sekutunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Iran akan keluar dari perjanjian jika rezim Israel terus melanggar gencatan senjata dengan menyerang Lebanon,” kata sumber tersebut, seperti dikutip
Middle East Monitor (MEMO)
.
Sumber itu melanjutkan saat ini Teheran sedang meninjau aksi Israel di Lebanon yang dinilai sebagai “pelanggaran yang terus berlanjut”.
Menurut Iran, serangan terhadap Lebanon tak sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata yang disetujui AS. Kesepakatan itu mencakup penghentian serangan terhadap Poros Perlawanan selaku proksi Teheran di kawasan.
AS dan Iran sepakat gencatan senjata selama dua pekan mulai Rabu (8/4) lalu. Hal itu diumumkan Presiden AS Donald Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social, pada Selasa (7/4).
Gencatan senjata ini akan diikuti dengan negosiasi yang rencananya digelar di Pakistan pada 10 April.
Kendati demikian, sejak gencatan senjata diumumkan, Israel masih terus membombardir Lebanon. Sedikitnya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya terluka dalam serangan Israel di Lebanon pada Rabu.
Militer Israel menyatakan serangan ini merupakan operasi terkoordinasi terbesar mereka sejak kampanye militer di Lebanon dimulai pada 2 Maret lalu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelum ini menyatakan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata AS-Iran.
(isa/bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Guiller momendieta]
Baca lagi: Google Gemini Search Live Hadir di RI, Begini Cara Pakainya
Baca lagi: Stop Masukkan Barang-Barang Ini ke Mesin Cucimu, Bikin Cepat Rusak
Baca lagi: Wi-Fi Rumah Kini Bisa Dibawa Mudik ke Kampung Halaman, Begini Caranya

