
Jakarta, Guiller momendieta Indonesia
—
Iran
mewanti-wanti
Amerika Serikat
untuk patuh pada perjanjian sementara menjelang penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk mengakhiri perang pada Jumat (19/6) di Swiss.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Iran dan Amerika akan memulai putaran baru perundingan pada Jumat di Swiss guna mencapai kesepakatan final setelah perjanjian sementara resmi mulai berlaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Araqchi juga memperingatkan AS bahwa setiap serangan Israel terhadap Lebanon atau keberlanjutan kehadiran pasukan Israel di wilayah Lebanon mulai saat ini akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap perjanjian sementara antara kedua negara.
“Dalam pandangan kami, dua pihak dalam nota kesepahaman ini adalah Amerika Serikat dan Israel di satu pihak, serta Iran dan Hizbullah di pihak lainnya,” ujar Araqchi seperti dikutip
Reuters
.
Kesepakatan ini terwujud pada Minggu (14/6) setelah berbagai putaran perundingan dilakukan bersama para mediator sejak perang AS-Iran pecah pada 28 Februari lalu.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan ini mencakup komitmen AS mencabut blokade terhadap Iran.
Meski begitu, belum ada detail mengenai isi kesepakatan.
Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran telah mengonfirmasi soal kesepakatan ini.
SNSC menyatakan, Iran dan AS sudah merampungkan teks MoU atas arahan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei, dukungan tak tergoyahkan rakyat Iran, serta upaya tak kenal lelah pasukan bersenjata Teheran.
“Berdasarkan persetujuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, teks MoU mengenai negosiasi penghentian perang antara Iran dan AS telah difinalisasi pada 15 Juni malam,” demikian pernyataan SNSC.
Dalam wawancara dengan
The New York Times
pada Minggu, Trump sempat mengaku bahwa kesepakatan ini nyaris gagal karena ulah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Trump berujar, serangan-serangan tiada henti Israel ke Lebanon hampir membuat Iran menolak kesepakatan.
“Dia [Netanyahu] orang yang sangat sulit,” kata Trump mengenai Netanyahu yang terus berambisi melanjutkan perang.
Menurut Trump, Netanyahu mestinya bersyukur karena AS telah membantu menyetop perang dengan Iran. Sebab, jika Iran benar memiliki uranium nyaris setingkat senjata nuklir, Israel tak akan selamat dalam dua jam.
“Sejujurnya, dia [Netanyahu] harusnya berterima kasih kepada kami karena telah melakukan ini [menghentikan pertempuran]. Sebab jika Iran punya senjata nuklir, Israel tidak akan bertahan dalam dua jam,” kata Trump.
(rds)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Guiller momendieta]
Baca lagi: Gubernur Sulteng Minta Warga Tetap Tenang Usai Gempa M 6,7
Baca lagi: Daftar 4 Negara Eropa yang Bakal Cabut Sanksi ke Iran
Baca lagi: Matcha dan Green Tea, Serupa Tapi Tak Sama



3 Responses
Artikel yang sangat edukatif dan menambah pengetahuan. Pembahasannya tidak hanya menarik tetapi juga memberikan banyak manfaat bagi para pembaca. Terima kasih telah menghadirkan konten yang berkualitas. Jangan lupa mengunjungi https://tomcritchlow.com/library/?query=tag%3Aregenerative%20design.
Informasi yang diberikan sangat lengkap sehingga pembaca dapat memahami topik secara menyeluruh. Semoga semakin banyak artikel informatif seperti http://www.linuxfocus.org/Deutsch/July2002/article245.shtml yang memberikan manfaat serupa.
Artikel yang sangat menarik dan memberikan banyak inspirasi. Saya mendapatkan banyak pelajaran baru yang dapat menambah wawasan serta pengetahuan saya. Terima kasih atas artikel yang bermanfaat ini. Jangan lupa mengunjungi https://www.sitelike.org/similar/mytextarea.com/