Kapal Induk Prancis yang Dikirim ke Timteng Pernah Singgah di RI

Jakarta, Guiller momendieta Indonesia

Kapal induk

Prancis

, Charles de Gaulle, yang sedang berlayar menuju Timur Tengah ternyata pernah singgah di wilayah Republik Indonesia (RI).

Charles de Gaulle dikerahkan ke Laut Merah untuk bersiaga dalam misi pemulihan kebebasan navigasi di

Selat Hormuz

. Jalur perairan vital tersebut hingga kini masih diblokade Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Januari 2025, kapal induk bertenaga nuklir ini bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk misi Clemenceau 25 di Samudra Pasifik. Misi itu dilakukan selama enam bulan sejak November 2024.

Charles de Gaulle merupakan kapal induk yang diluncurkan pada 1994. Kapal ini memiliki panjang 261 meter, lebar 64 meter, tinggi 75 meter, dan berat 42.500 ton. Kecepatan maksimalnya 27 knots.

Charles De Gaulle mampu menampung 1.850 personel termasuk 600 penerbang. Kapal induk ini bisa membawa sekitar 30 jet tempur Rafale.

Prancis mengerahkan Charles de Gaulle lantaran “blokade Selat Hormuz terus berlanjut, dampaknya terhadap ekonomi global semakin parah, dan risiko konflik berkepanjangan terlalu serius untuk diterima.”

Presiden Emmanuel Macron mengatakan langkah tersebut dimaksudkan untuk mengirimkan “sinyal bahwa kami tidak hanya siap mengamankan Selat Hormuz, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melakukannya.”

(blq/bac)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Guiller momendieta]

Baca lagi: WHO Duga Hantavirus di Kapal Pesiar Menular antar Manusia

Baca lagi: Keindahan Lautan Pink Bunga Shibazakura Bermekaran di Kaki Gunung Fuji

Baca lagi: DPRD Jabar Bahas Raperda Anti-LGBT, Klaim Respons Keresahan Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: