
Jakarta, Guiller momendieta Indonesia
—
Perjalanan konvoi bantuan kemanusiaan yang diorganisasi utusan dari Vatikan untuk
Lebanon
disetop militer Israel atau IDF.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konvoi bantuan itu semula bergerak menuju desa-desa yang mayoritas Kristen di Lebanon selatan. Penduduk di desa-desa itu diketahui tetap tinggal meskipun terjadi konflik yang melibatkan Israel dan Hizbullah.
“[Konvoi bantuan] dihentikan oleh militer Israel dan dipaksa untuk mengubah arah,” kata seorang anggota konvoi kepada
AFP,
Jumat (12/6) kemarin.
Sementara itu, milisi
Hizbullah
mengklaim telah terlibat bak tembak dengan tentara Israel atau IDF di sebuah kota di Lebanon selatan, Jumat (12/6) kemarin.
Milisi Hizbullah–dalam pernyataan yang dikutip dari
AFP
–terus bergerak masuk ke wilayah kota di Lebanon selatan. Serangan demi serangan pun terus dilakukan militer Zionis ke wilayah Lebanon.
Hizbullah mengatakan para pejuangnya pertama kali menargetkan pasukan Israel yang maju menuju MajdalZoun, sekitar lima kilometer (tiga mil) dari sisi barat perbatasan, pada Kamis (11/6) malam.
Hizbullah menyatakan, “dengan rentetan roket [kelompok milisi Hizbullah] berulang kali, memaksa mereka [tentara Israel] mundur”.
Kemudian mereka mengatakan telah terlibat baku tembak dengan pasukan yang maju di sana pada Jumat lalu, “dengan menggunakan senjata ringan dan menengah serta roket”.
Kelompok itu juga mengklaim serangan lain terhadap pasukan Israel di Lebanon selatan.
Sementara itu, militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi untuk tiga desa di Lebanon selatan.
Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) yang dikelola pemerintah negeri itu melaporkan serangkaian serangan di seluruh wilayah selatan, termasuk di daerah-daerah yang tidak termasuk dalam peringatan Israel.
NNA
kemudian melaporkan ledakan besar dan penembakan artileri di dekat perbukitan Ali Taher, yang menghadap kota Nabatieh di selatan.
Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pada 2 Maret, ketika Hizbullah menembakkan roket ke Israel sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
Sejak saat itu, Israel telah melakukan aksi serangan besar-besaran dan invasi darat yang telah menewaskan lebih dari 3.700 orang di Lebanon, sambil menduduki sebagian besar wilayah selatan negara itu.
Gencatan senjata April di Lebanon tidak pernah dipatuhi. Gempuran milisi Zionis yang dibalas Hizbullah terus berlanjut meskipun ada kesepakatan gencatan senjata bersyarat baru yang diumumkan pekan lalu setelah pembicaraan Lebanon-Israel di Washington.
Hizbullah menolak perjanjian bersyarat tersebut, yang mengharuskan mereka untuk berhenti melancarkan serangan tetapi tidak menyebutkan Israel harus menghentikan serangan atau menarik pasukannya dari Lebanon.
Iran bersikeras bahwa Lebanon harus menjadi bagian dari setiap perjanjian untuk mengakhiri perang Timur Tengah yang lebih luas.
(afp/kid)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Guiller momendieta]
Baca lagi: Coba-coba Berani Ikut Dinner with Stranger, Menakutkan atau Seru?
Baca lagi: Melihat Pertunjukan Drone Bertema BTS di Busan
Baca lagi: Aktivitas Naik, Ahli Sarankan Warga Jauhi Gunung Soputan



One Response
Artikel ini memberikan banyak informasi menarik yang disampaikan dengan cara yang mudah dipahami. Saya merasa mendapatkan wawasan baru yang sangat bermanfaat setelah membacanya. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk berbagi konten berkualitas seperti ini. Jangan lupa mengunjungi https://tunesbank.com/de/apple-music/play-apple-music-in-the-car.html.