
Jakarta, Guiller momendieta Indonesia
—
Para pelayat di upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi
Iran
, Ayatollah Ali Khamenei, yang rangkaiannya telah dimulai sejak 3 Juli lalu mengibarkan spanduk dan bendera merah.
Bendera tersebut merupakan simbol Syiah untuk menuntut pembalasan atas darah pemimpin mereka yang terbunuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip
Al-Jazeera
, bendera merah itu bertuliskan beberapa slogan perlawanan seperti ‘Ya Latharat al-Hussein’, yang memiliki ‘wahai pembalas Hussein’, atau slogan baru ‘Ya Latharat al-Khamenei’, yang berarti ‘wahai pembalas Khamenei’ dan terlihat di seluruh Grand Mosalla Teheran.
Ungkapan itu menggabungkan ratapan atas Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad dari abad ke-7, yang pembunuhannya di Karbala pada 680 M merupakan inti dari identitas Syiah. Peristiwa itu hingga saat ini diperingati setiap tahun sebagai simbol perlawanan terhadap penindasan dan tirani.
Seruan ‘Ya Latharat al-Hussein’ secara historis telah digunakan untuk menggalang pembalasan. Dalam kasus Khamenei, slogan menandakan seruan langsung untuk membalas dendam terhadap mereka yang membunuhnya.
Dalam tradisi Syiah, panji merah melambangkan darah yang tertumpah secara tidak adil dan berfungsi sebagai seruan untuk pembalasan. Para pelayat juga membawa bendera nasional Iran dan panji kuning yang mewakili Hizbullah.
Jutaan orang menghadiri doa pemakaman untuk mendiang Ali Khamenei dan empat anggota keluarganya yang terbunuh dalam serangan AS-Israel di kompleksnya pada 28 Februari.
Dalam proses pemakaman itu hanya tiga anak laki-laki Ali Khamenei yang terlihat hadir.
Dikutip
Al Jazeera
, kantor berita Associated Press melaporkan putra-putra Khamenei yakni Masoud, Meysam, dan Mostafa.
Presiden AS Donald Trump mengatakan tak ingin menyerang Iran saat pemakaman walau mengancam bisa melakukannya dengan satu tembakan.
“Mereka semua ada di sana. Satu tembakan saja, kami bisa menghabisi mereka semua. Tapi kami tidak akan melakukannya karena nanti kami tidak punya lagi pihak untuk diajak bernegosiasi,” kata Trump kepada Axios.
(thr/fea)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Guiller momendieta]
Baca lagi: Ini Cerita Tamu Soal Suasana Pernikahan Taylor Swift-Travis Kelce
Baca lagi: Teriakan Dendam Warga Iran di Pemakaman Khamenei: Matilah Amerika!
Baca lagi: Satu per satu Terduga Penyerang Aparat di Katingan Kalteng Tertangkap




10 Responses
Terima kasih sudah membagikan artikel yang informatif seperti ini. Buat yang ingin melihat sudut pandang lain, saya juga menemukan https://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1776 yang cukup menarik.
Penulisan artikelnya sangat runut sehingga mudah dipahami. Saya juga ingin berbagi tautan https://theoldreader.com/profile/51423411da564d764c000003?page=11 di sana ada tulisan serupa yang bisa dijadikan rujukan tambahan.
Efek setelah baca artikel ini luar biasa. Saya merasa lebih siap dan terbantu dalam menghadapi tantangan ini http://www.kufirst.center.ku.ac.th/10049-2/
Artikel ini berhasil meretas otak saya untuk berpikir sepuluh langkah lebih maju. Kreatif banget https://www.kufirst.center.ku.ac.th/8429-2/ dari kedua artikel ini sama bagus nya
Ini adalah instrumen perubahan yang nyata. Saya merasa memiliki amunisi baru untuk memperbaiki sistem kerja https://www.kufirst.center.ku.ac.th/thepremiumku/
Top banget artikelnya! Nggak nyesel nyempetin waktu buat baca. Barangkali butuh bacaan tambahan, referensi dari https://magic.ly/rista/Memahami-Dinamika-Industri-Hiburan-Digital-di-Masa-Kini juga patut buat dicek.
Menjawab semua rasa penasaran saya mengenai topik ini.http://www.kufirst.center.ku.ac.th/8506-2/
Gak nyangka bakal bahas sedetail ini, salut buat penulisnya! Oh iya, kemarin-kemarin saya juga nemu info yang pas banget ngebahas ginian di https://aroundsuannan.ssru.ac.th/index.php?topic=3403.30.
Saya jadi lebih paham setelah membaca artikel ini. Kebetulan saya juga menemukan https://kldp.org/node/62354 yang membahas topik serupa dengan cukup lengkap.
Pilihan kata yang digunakan sangat tepat dan profesional.https://www.coinbase.com/fr/converter/sex/doge