Menlu Araghchi Dicaci Publik Iran soal ‘Deal’ AS, Mojtaba Buka Suara

Jakarta, Guiller momendieta Indonesia

Menteri Luar Negeri

Iran

Abbas Araghchi

malah dicaci massa garis keras syiah terkait poin-poin kesepakatan damai dengan

Amerika Serikat

.

Sejumlah massa bahkan sampai turun ke jalan akhir pekan lalu sehingga membuat situasi politik di Iran sempat memanas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei pun sampai buka suara untuk meredam riak-riak di negaranya di tengah kesepakatan mengakhiri perang dengan AS.

Dalam akun media sosial Telegram, Mojtaba menyerukan kembali persatuan negaranya.

Mojtaba Khamenei menyatakan “persatuan nasional adalah salah satu elemen terpenting untuk meraih kemenangan dalam menghadapi Setan Besar.”

Ia menekankan pentingnya bagi setiap orang, khususnya para politisi, untuk menghindari tindakan atau perselisihan politik apa pun yang dapat merusak ikatan sosial, dikutip dari

Jordan News

.

Polemik mencuat di Iran terkait negosiasi yang kemudian menghasilkan kesepakatan dengan AS, setelah media massa menyebarkan kemungkinan isi nota kesepahaman (MoU) antara kedua pihak.

Pada Sabtu, anggota parlemen konservatif Iran, Mahmoud Nabavian, mempertanyakan beberapa klausul memorandum tersebut dalam sebuah unggahan di platform X dengan bertanya, “Apakah teks ini melayani kepentingan nasional kita?”

Nabavian menunjukkan bahwa MoU tersebut mencakup ketentuan seperti pembukaan kembali Selat Hormuz secara segera, tanpa batasan dan bebas, serta pengurangan pengayaan uranium. Sementara itu, poin mengenai pencabutan sanksi terhadap Iran, pelepasan asetnya yang dibekukan, dan potensi aksesnya ke dana sebesar US$300 miliar dinilai masih ambigu.

Sebelumnya, massa garis keras Iran menggelar demonstrasi di Kantor Kemlu Iran pada Sabtu (13/6). Mereka memprotes pernyataan Menlu Abbas Araghchi penandatanganan kesepakatan damai dengan AS.

Dalam video yang dibagikan kantor berita

Fars

, para perempuan berkerudung hitam meneriakkan “matilah Araghchi yang tidak terhormat, si penyusup” di depan gedung kantor Kemenlu Iran di Mashhad, sambil mengibarkan bendera merah dan hitam.

Menurut AFP, protes ini terjadi setelah kesepakatan damai yang digembar-gemborkan oleh Presiden AS Donald Trump dan mediator Pakistan menghadapi penentangan dari tokoh-tokoh garis keras Iran.

Kelompok tersebut menilai kesepakatan itu tidak melayani kepentingan Iran dan akan menghilangkan pengaruh Teheran atas Selat Hormuz. Mereka juga menuduh para negosiator Iran membuat terlalu banyak konsesi untuk mengamankan kesepakatan.

(bac)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Guiller momendieta]

Baca lagi: Zulhas Jamin Harga Gabah Tak Akan Turun di Bawah Rp 6.500 per Kg

Baca lagi: Hugh Jackman Incar Proyek Bareng Angelina Jolie Usai Cerai, Alasannya?

Baca lagi: Diajak Diskusi oleh Sarwendah, Ruben Onsu Berharap Ada Titik Terang

3 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: