Guiller

Menlu AS Rubio Beber Kondisi Terbaru Mojtaba: Mulai Aktif Pimpin Iran

Jakarta, Guiller momendieta Indonesia

Menteri Luar Negeri

Amerika Serikat

Marco Rubio membeberkan kondisi terkini pemimpin tertinggi Iran

Ayatollah Mojtaba Khamanei

.

Di hadapan para anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Rubio menjelaskan bahwa ada indiukasi kuat Mojtaba Khamanei masih hidup dan mulai aktif memimpin langsung Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mojtaba bahkan diklaim Rubio, mulai terlibat langsung terkait negosiasi antara Iran dengan Washington setelah gencatan senjata pada 8 April lalu.

Hingga kini, Mojtaba belum muncul di publik sejak serangan pertama AS dan Israel yang menewaskan sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, dan melukai dirinya di Teheran.

“Saya pikir ada indikasi di luar sana bahwa dia (Mojtaba Khamenei) semakin terlibat pada tingkat tertentu, meskipun semua komunikasinya selama ini dilakukan secara tertulis dan melalui perantara,” kata Rubio seperti dikutip dari

Al Jazeera

.

Pernyataan Rubio disampaikan saat Iran tengah mempelajari versi terbaru proposal Washington untuk negosiasi mengakhiri perang. Dalam proposal itu, Presiden AS Donald Trump memperketat sejumlah syarat dalam negosiasi.

Kantor berita semi-resmi Iran,

Mehr News

, mengutip sumber yang dekat dengan tim negosiasi negara itu, melaporkan bahwa Teheran masih mempelajari proposal terbaru dan belum berkomunikasi dengan AS selama beberapa hari.

Pejabat tersebut menekankan bahwa Iran mengambil pendekatan “tegas” mengingat penilaian Teheran atas ketidakpatuhan AS terhadap gencatan senjata.

Sebelumnya, Trump mengeklaim telah mendapat jaminan dari Iran bahwa mereka tak akan pernah mengembangkan program pengayaan uranium menjadi senjata nuklir.

“Satu-satunya jaminan yang harus saya dapatkan adalah tak akan ada senjata nuklir. Mereka sudah setuju, dan itu sangat menarik,” kata Trump dalam wawancara yang disiarkan Fox News, Sabtu (30/5).

Selain menghentikan nuklir Iran, prioritas AS saat ini, kata dia, membuka kembali Selat Hormuz yang ditutup sejak awal Maret.

Iran menutup Selat Hormuz usai Amerika Serikat dan Israel menggempur habis-habisan negara itu pada 28 Februari. Sebagai bagian dari operasi balasan dan menekan musuh-musuhnya, Teheran menutup rute perdagangan global itu.

(bac)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Guiller momendieta]

Baca lagi: Warganet Ngeluh Tagihan Listrik Melonjak, PLN Pastikan Tarif Tak Naik

Baca lagi: Viral Konvoi Megah Timnas Turki Menuju Piala Dunia 2026

Baca lagi: Kuasa Hukum Jokowi Minta Roy Suryo Gentleman Hadapi Persidangan

Exit mobile version