
Jakarta, Guiller momendieta Indonesia
—
Perdana Menteri
Benjamin Netanyahu
dilaporkan menggelar rapat tingkat tinggi untuk membahas penarikan posisi pasukan Israel dari
Lebanon
Selatan.
Media lokal Israel,
Channel 13,
melaporkan pejabat militer dan pejabat senior keamanan menghadiri pertemuan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber yang familiar dengan informasi itu mengatakan rapat fokus membahas identifikasi area yang termasuk dalam fase penarikan awal dan mekanisme menerapkan langkah tersebut dalam koordinasi dengan pihak-pihak internasional, khususnya Amerika Serikat, demikian dikutip
Anadolu Agency,
Senin (6/7).
Media Israel lain KAN sebelumnya juga melaporkan perwira militer Israel dan Lebanon yang dimediasi AS sudah memulai pembicaraan untuk menetapkan kriteria soal “zona bebas Hizbullah.”
Gagasan zona bebas Hizbullah muncul jelang uji coba penarikan Israel dari dua desa di Lebanon selatan.
Berdasarkan kesepakatan kerangka kerja yang diteken Israel-Lebanon pekan lalu, Tel Aviv setuju melakukan penarikan bertahap dari wilayah Lebanon, dimulai dengan dua area percontohan.
Setelah ditarik area itu akan diisi dan jadi tanggung jawab Angkatan Bersenjata Lebanon.
Namun, sejauh tak ada jadwal pasti penarikan penuh pasukan Israel.
Rapat Netanyahu dan pejabat pertahanan berlangsung saat Israel dan Lebanon juga terus membahas tindak lanjut kesepakatan mengenai pengaturan di lapangan.
Israel menggempur habis-habisan Lebanon pada awal Maret lalu, meski sebelumnya sudah ada gencatan senjata. Imbas operasi ini, lebih dari 4.000 orang tewas dan lainnya mengalami luka-luka.
Lebanon terseret ke pusaran konflik setelah milisi Hizbullah menyerang Israel sebagai balasan kematian pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Khamenei tewas dalam serangan brutal Israel dan Amerika Serikat pada akhir Februari lalu.
(isa/rds)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Guiller momendieta]
Baca lagi: Aturan Lengkap Registrasi SIM Baru Pakai Verifikasi Wajah
Baca lagi: MA Akan Ajukan Pencopotan Hakim Djuyamto Cs ke Presiden Usai Inkrah
Baca lagi: BMKG Rilis Daftar 14 Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Hari Ini




10 Responses
Top banget artikelnya! Nggak nyesel nyempetin waktu buat baca. Barangkali butuh bacaan tambahan, referensi dari https://magic.ly/rista/Memahami-Dinamika-Industri-Hiburan-Digital-di-Masa-Kini juga patut buat dicek.
Sebuah panduan taktis yang mengeliminasi proses trial-and-error yang melelahkan bagi para pemula https://www.kufirst.center.ku.ac.th/appropriatetechnologypr/
Penjelasan step-by-step yang diberikan sangat terstruktur.https://www.brookings.edu/articles/to-comply-with-the-clean-power-plan-states-should-tax-carbon/
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di http://dada91830.blog.free.fr/index.php?post/2012/02/20/Acheter-et-t%C3%A9l%C3%A9charger-Call-of-Duty-%3A-Modern-Warfare-3-Cle-CD-%28Steam%29 tadi.
Keren banget artikelnya, nambah insight baru hari ini. Buat kawan-kawan yang kepo soal topik ini, coba mampir juga ke http://jefblog.free.fr/pluxml/index.php?article1/premier-article/ deh, lumayan nambah wawasan.
Terima kasih sudah menyajikan artikel bermutu tinggi.https://mcspartners.ning.com/forum/topics/unable-to-sell-bitcoin-on-blockchain?commentId=1960632%3AComment%3A21419259
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website https://kldp.org/comment/257219 juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
Sangat direkomendasikan untuk mahasiswa atau peneliti.https://magic.ly/cheesecaxe666/Jus-Nanas:-Kesegaran-Tropis-yang-Meledak-dan-Kaya-Enzim
Wah, gila sih penjelasannya clear banget! Btw, kemaren gw juga nemu referensi tambahan di https://www.newswire.co.kr/?md=A10&act=article&no=1323&page=8 bahasannya mirip-mirip dan oke juga buat dibaca.
Pembahasan yang mencerahkan! Untuk pembaca lain yang mungkin membutuhkan literatur tambahan dengan tema yang sama, silakan kunjungi https://dl.nanet.go.kr/detail/NONB1200925211.