
Jakarta, Guiller momendieta Indonesia
—
Perdana Menteri
Benjamin Netanyahu
menolak gencatan senjata dan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, Palestina, sesuai usulan Amerika Serikat dalam perjanjian gencatan yang disepakati pada tahun lalu.
Media lokal Israel, Israel Hayom, mengutip sumber melaporkan Netanyahu menyampaikan penolakan itu saat bertemu perwakilan tinggi Dewan Perdamaian (Board of Peace) Nickolay Mladenov pada Senin (3/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Israel tak akan mundur dari posisi yang dikuasainya di Gaza dan tidak akan gencatan,” kata Netanyahu dalam laporan media itu, dikutip
Anadolu Agency
, Selasa.
Dia lalu berujar, “Hamas terus membangun kemampuan militer dan menimbulkan ancamna langsung ke tentara Israel dan komunitas di sekitar Gaza.”
Israel Hayom juga melaporkan Dewan Keamanan sudah menyampaikan keberatan Netanyahu ke BoP dan tim Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Laporan tersebut muncul setelah BoP merilis kesepakatan soal pelucutan senjata Hamas sebagai tindak lanjut atau fase kedua dari gencatan senjata.
Dalam kesepakatan baru itu, persenjataan Hamas dan milisi lain di Palestina akan dilucuti. Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG) nantinya akan mengawasi pembongkaran hingga menyimpan logistik dan persenjataan yang dilucuti.
Kesepakatan tersebut juga menjelaskan soal pasukan Israel yang ditarik dari Gaza setelah pelucutan senjata rampung.
Hamas sementara itu, mengatakan pelucutan senjata bergantung pada penarikan Israel dari Gaza dan kemajuan rekonstruksi di wilayah Palestina.
Dia juga menegaskan Hamas enggan mematuhi perjanjian itu jika Israel melanggar kesepakatan.
Israel sudah berulang kali melanggar gencatan senjata. Pekan lalu, pasukan Zionis kembali menggempur habis-habisan Gaza. Imbas operasi itu, 26 orang tewas dalam dua hari.
Sementara itu, agresi Israel sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 73.000 orang di Palestina, ratusan ribu terluka, dan jutaan orang terpaksa menjadi pengungsi.
(isa/rds)
[Gambas:Video Guiller momendieta]
Baca lagi: Xanh SM Resmi Luncurkan Taksi Listrik di Indonesia
Baca lagi: BPS Catat Impor RI Tembus US$25,91 M per Juni 2026, Ini Penyebabnya
Baca lagi: Terduga Pelaku Mutilasi Mayat Tanpa Kaki di Depok Ditangkap




2 Responses
Saya sepakat dengan mayoritas analisis di atas. Namun, menurut saya kita juga perlu memperhitungkan variabel perubahan tren pasar yang sangat cepat, karena hal itu bisa mengubah dinamika efektivitas strategi ini secara signifikan.kingsatria situs
Saya menyukai sudut pandang yang dihadirkan di sini. Sebagai catatan kecil, penerapan konsep ini mungkin akan membutuhkan pendekatan yang sedikit berbeda jika dieksekusi pada situasi krisis atau tekanan tinggi.jabar 88