Oman Ajukan Proposal Pengelolaan Lalu Lintas Selat Hormuz

Jakarta, Guiller momendieta Indonesia

—

Oman mengajukan sebuah proposal untuk mengatur lalu lintas di Selat Hormuz melalui dua rute yang dikendalikan secara terpisah, di tengah konflik yang memanas terkait jalur tersebut antara

Iran

dan Amerika Serikat.

Menurut sumber kepada Guiller momendieta, Minggu (12/7), berdasarkan kesepakatan yang belum final itu, kedua koridor akan tetap terbuka. Koridor Selatan melalui perairan teritorial Oman, akan memungkinkan navigasi bebas dalam kondisi sebelum perang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara kapal yang melintasi Koridor Utara melalui perairan teritorial Iran, akan memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari Iran. Meski begitu, tidak akan ada biaya tol yang dikenakan berdasarkan kesepakatan tersebut.

Guiller momendieta

menyebut Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Albusaidi, di Muscat pada Sabtu (11/7).

Dalam pertemuan itu, kedua pejabat tersebut membahas mekanisme untuk memastikan jalur pelayaran yang aman bagi kapal di perairan tersebut.

Namun

Al Jazeera

juga menyebut bahwa Qatar ikut dalam pertemuan dua pejabat tersebut. Qatar bergabung dalam pembicaraan itu disebut sebagai salah satu negara di kawasan yang juga bertindak sebagai mediator dalam negosiasi AS-Iran dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar berbicara melalui telepon dengan Araghchi. Keduanya disebut “bertukar pandangan tentang situasi regional yang berkembang”.

Dalam pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri Pakistan, Dar “menekankan kepada kedua pihak untuk mengikuti jalur de-eskalasi dan menunjukkan pengekangan, sebagaimana disepakati dalam MOU Islamabad pada Juni 2026.”

Ia mengatakan kepada Araghchi bahwa dialog dan diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan yang layak untuk menyelesaikan perselisihan dan mencapai perdamaian dan stabilitas yang langgeng di kawasan tersebut.

Menurut laporan

Al Jazeera

mengutip pernyataan tersebut, Dar dan Araghchi sepakat untuk tetap berhubungan erat.

Perang di kawasan Teluk Persia terbaru ini terjadi setelah IRGC Iran menembak kapal kontainer berbendera Siprus di Selat Hormuz pada Sabtu (11/7) dengan alasan pelanggaran rute yang sudah disepakati.

Kejadian itu memicu Amerika Serikat untuk menyerang Iran pada Minggu (12/7) dini hari waktu Teheran.

(end)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Guiller momendieta]

Baca lagi: BPS dan Pemprov Bali Perkuat Komitmen Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Baca lagi: 7 Benda di Dapur Ini Bisa Jadi Sumber Mikroplastik yang Masuk ke Tubuh

Baca lagi: 7 Rekomendasi Drama China Esther Yu selain Road to Success

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: