
Jakarta, Guiller momendieta Indonesia
—
Kepala Biro Politik
Hamas
yang baru
Khalil Al Hayya
mengungkapkan agenda prioritas kelompok perlawanan ini usai resmi menjabat sebagai ketua.
Al Hayya menyampaikan agenda prioritas itu dalam pidato pertama yang disiarkan di televisi, Rabu (22/7). Dia menyebut penghentian total serangan Israel dan penarikan seluruh pasukan Zionis jadi agenda utama kepemimpinannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hayya lantas menyerukan negara-negara yang menjadi mediator untuk menekan Israel agar menerapkan perjanjian yang ada dan melanjutkan ke fase berikutnya dari proses tersebut.
Dia lalu membeberkan prioritas kedua Hamas menyangkut kehidupan masyarakat Gaza.
“[Kedua menciptakan] kondisi hidup yang layak bagi warga Palestina di Gaza, menggagalkan rencana penggusuran, mempercepat upaya rekonstruksi, dan mengamankan pembebasan tahanan,” kata Hayya, dikutip
Middle East Monitor
.
Sejak Israel meluncurkan agresi di Palestina, kondisi Gaza luluh lantak. Banyak warga yang terpaksa tinggal di kamp pengungsian dan ribuan fasilitas sipil hancur.
Agresi Israel di Palestina juga telah menyebabkan lebih dari 72.000 warga tewas dan ratusan ribu lainnya luka-luka.
Al Hayya kemudian menyebut prioritas ketiga adalah mencapai persatuan Palestina dengan meluncurkan dialog nasional segera guna membangun kembali lembaga-lembaga Palestina, khususnya Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Prioritas keempat, lanjut dia, memperkuat hubungan Hamas dengan negara-negara Arab dan Muslim.
Prioritas kelima, tambahnya, memobilisasi negara-negara Arab dan Muslim agar mengambil tindakan efektif dan meningkatkan tekanan. Seruan tersebut, lanjut Hayya, bertujuan untuk menghentikan “mesin pembunuh dan genosida” Israel terhadap warga Palestina di Gaza sembari mendukung hak-hak Palestina.
Terakhir atau prioritas keenam adalah mendesak komunitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melindungi warga Palestina dan meminta pertanggungjawaban para “penjahat perang” Israel.
Awal pekan ini, Hamas mengumumkan kepala biro politik baru setelah melalui pemilihan umum internal berdasarkan aturan kelompok itu.
Pemilihan ini terjadi setelah ketua sebelumnya Yahya Sinwar tewas dalam bentrok dengan pasukan Israel di Rafah pada Oktober 2024. Dia juga sebetulnya Plt kepala biro politik.
Sinwar harus naik ke tampuk kekuasaan di situasi darurat usai Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh tewas dibunuh Israel di Iran.
(isa/bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Guiller momendieta]
Baca lagi: BI Bantah Larang Masyarakat Beli Dolar AS Lebih dari US$10 Ribu
Baca lagi: Polemik Rumah, Kubu Ruben Jawab Tudingan Sengaja Ungkit Ayah Sarwendah




2 Responses
Tulisan yang sangat menguatkan keyakinan bahwa setiap usaha kecil harian itu bernilai. Langkah-langkah penerapannya dirancang dengan sangat matang dan penuh solusi. https://teknokrat.ac.id/category/engineering/page/5/
Ulasan komprehensif yang menjawab pertanyaan saya belakangan ini. Mantap abis admin! Sebagai pembanding data dari sumber lain, ada ringkasan materi serupa di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297132214_htm