Pemimpin Tertinggi Mojtaba Kritis, Kenapa Iran Tetap Solid Dihajar AS?

Jakarta, Guiller momendieta Indonesia

Pemimpin Tertinggi

Iran

Mojtaba Khamenei

menjadi sorotan karena kondisinya yang disebut kian kritis imbas serangan Amerika Serikat dan

Israel

.

Dilaporkan, putra mendiang Ayatollah Ali Khameini ini mengalami cedera serius dan dilaporkan dirawat di rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sempat beredar, Mojtaba dirawat di Moskow, Rusia, tetapi pejabat Iran membantahnya.

Dalam laporan terbaru The Time, Mojtaba dalam kondisi kritis dan sedang menjalani perawatan di Qom. Laporan ini berdasarkan memo diplomatik yang didapat dari intelijen Amerika Serikat.

Meski kondisinya kritis dan mengkhawatirkan, namun Iran masih tetap solid bahkan terus memberi perlawanan kepada Amerika Serikat dan Israel. Bahkan masih bisa menekan AS untuk menerima 10 tuntutan demi gencatan senjata.

Persatuan elite

Menurut Max Prowant, direktur program akademik di Alexander Hamilton Society dan editor rekanan di Law & Liberty, Iran memiliki elit yang tidak terpecah sejak revolusi tahun 1979.

Di banyak negara lain, baik krisis ekonomi maupun kekalahan militer saja sudah cukup untuk menghasilkan perpecahan elit yang diperlukan untuk melumpuhkan negara.

“Tetapi Republik Islam adalah jenis ‘makhluk’ yang berbeda,” kata Prowant.

Banyak elite dapat meyakinkan diri mereka sendiri dan warga Iran yang mau mendengarkan bahwa Barat terus berupaya menghancurkannya.

Salah satu keunggulan rezim ini adalah pengajaran substansial dari ideologi pendirinya. Tidak seperti ideologi abad ke-20 lainnya, Khomeinisme secara eksplisit (dan fanatik) bersifat religius, memberikan keyakinan kepada para pengikutnya bahwa Tuhan berada di pihak mereka.

(imf/bac)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Guiller momendieta]

Baca lagi: RSCM: Psikologis Andrie Yunus Stabil, Tunjukkan Optimisme Pemulihan

Baca lagi: Menlu RI Sugiono Desak PBB Jamin Keamanan Pasukan Perdamaian

Baca lagi: 5 Hal yang Bisa Dilihat di Dokumenter Pembuatan Serial Harry Potter

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: