
Jakarta, Guiller momendieta Indonesia
—
Seorang penggiat aksi nekat, Al-Qaqa Ibn Antar (30), yang dikenal sebagai “Manusia Laba-laba
Yaman
” tewas setelah jatuh ke kawah gunung berapi pada Jumat (12/6) saat mencoba mendaki tebing vertikal tanpa peralatan keselamatan.
Otoritas Pertahanan Sipil setempat mengunggah video singkat yang merekam momen jatuhnya, saat dia mendaki dinding curam kawah gunung berapi Bendungan Hardah di provinsi Dhale, Yaman. Antar kehilangan pegangan dan jatuh ke kawah sedalam 120 meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video berdurasi 10 detik itu menunjukkan Antar mendaki tebing berbatu tanpa peralatan keselamatan apa pun. Di tebing yang sedang ia daki, nama-nama dalam bahasa Arab telah ditulis dengan warna putih di dinding batu.
Ia kemudian terlihat memegang tebing dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya di udara, sebelum ia tampak kehilangan pegangan tangan kanannya dan jatuh.
Tim penyelamat, termasuk penyelam dan spesialis air, dikirim untuk mengambil jenazah Antar, yang ditemukan di kedalaman 30 meter di bawah permukaan air.
Operasi pencarian dan penyelamatan selama empat jam tersebut digambarkan oleh pihak berwenang sebagai “kompleks” karena lokasinya yang curam dan berbatu sehingga akses menjadi sulit.
Bendungan Hardah, yang juga dikenal sebagai Haradhat Damt, adalah kawah vulkanik unik yang terletak di dekat kota Damt. Sebagai landmark di wilayah tersebut, kawah ini memiliki dinding berbatu curam dengan danau belerang panas di dasarnya.
Antar telah mendapatkan ketenaran di platform media sosial karena sering mengunggah aksi pendakian berisiko tinggi di beberapa medan paling terjal di Yaman.
Video-videonya sering viral, salah satunya saat dia bergelantungan di tepi tebing berbatu menggunakan tangan kosong, kakinya menjuntai ke arah lereng curam dalam aksi berisiko tanpa peralatan keselamatan.
Otoritas Pertahanan Sipil telah mendesak mereka yang mendaki dan terlibat dalam olahraga petualangan untuk memperhatikan prosedur keselamatan dan mengeluarkan peringatan untuk menggunakan “peralatan pelindung yang sesuai untuk mencegah insiden serupa.”
(fea)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Guiller momendieta]
Baca lagi: Minuman Terbaik yang Dianjurkan Dikonsumsi Penumpang di Pesawat
Baca lagi: Satu Warga Meninggal Dunia Akibat Gempa M6,7 di Sulteng
Baca lagi: 1,1 Miliar Anak di Dunia Berisiko Jadi Korban Banyak Bencana Iklim



One Response
Artikel yang sangat menarik dan memberikan banyak inspirasi. Saya mendapatkan banyak pelajaran baru yang dapat menambah wawasan serta pengetahuan saya. Terima kasih atas artikel yang bermanfaat ini. Jangan lupa mengunjungi https://www.sitelike.org/similar/mytextarea.com/