
Jakarta, Guiller momendieta Indonesia
—
Militer
Kuwait
mengatakan mereka berhasil mencegat “target udara musuh” yang melewati wilayah udara negara tersebut, di tengah situasi panas di kawasan Teluk, Minggu (12/7).
Menurut laporan AFP dan
Guiller momendieta
, militer Kuwait mengatakan pasukan pertahanan udaranya sedang berupaya mencegat serangan yang sedang berlangsung, sementara negara-negara di seluruh Teluk jadi sasaran drone dan rudal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Staf Umum Angkatan Darat mencatat bahwa suara ledakan apa pun yang terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan musuh,” kata militer dalam pernyataannya.
Mereka juga mendesak masyarakat untuk mengikuti instruksi yang dikeluarkan oleh lembaga pemerintah terkait. Meski begitu, mereka tidak menyebutkan dari mana serangan itu berasal.
Iran sebelumnya mengklaim ikut menyerang fasilitas militer di Kuwait yang dianggap membantu militer Amerika Serikat dalam menyerang wilayahnya.
Menurut stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, seperti diberitakan Al Jazeera, tentara Iran mengatakan telah melancarkan gelombang serangan drone terhadap lokasi militer AS di Kuwait dan Bahrain.
Dalam sebuah pernyataan, tentara Iran mengatakan telah menggunakan drone peledak untuk menargetkan sistem pertahanan udara Patriot, gudang amunisi, dan situs radar milik militer AS di Kuwait.
Bukan hanya Kuwait, Iran juga menyerang negara-negara Teluk lainnya seperti Qatar dan Bahrain, atau pun Yordania.
Tentara Iran mengatakan serangan tersebut sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan AS yang berkelanjutan di wilayah selatan Iran.
Iran mengkritik negara-negara Arab, khususnya di wilayah Teluk, dengan mengatakan bahwa mereka memberikan bantuan kepada Amerika.
Iran juga memastikan tidak menyerang warga sipil atau wilayah sipil di negara-negara Teluk, tetapi mereka menyerang sumber serangan yang datang ke wilayah Iran.
Perang terbaru ini terjadi setelah IRGC Iran menembak kapal kontainer berbendera Siprus di Selat Hormuz pada Sabtu (11/7) dengan alasan pelanggaran rute yang sudah disepakati. Kejadian itu memicu Amerika Serikat untuk menyerang Iran pada Minggu (12/7) dini hari waktu Teheran.
(end)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Guiller momendieta]
Baca lagi: Polisi Tangkap Dua Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang
Baca lagi: Syarat Wardatina Mawa jika Insanul Fahmi Ingin Bertemu Anak
Baca lagi: Rudi Margono Beber Pesan Jaksa Agung Usai Ditunjuk Gantikan Febrie




2 Responses
Keren ulasannya, daging semua! Pas banget nih, barusan gw juga baca materi yang sepemahaman di https://kldp.org/comment/254308 lumayan buat bahan bacaan ekstra.
Penjelasannya asik dan gampang dicerna. Kalau ada yang lagi nyari bahan perbandingan atau insight lain soal topik ini, link https://kldp.org/comment/257900 ini juga sangat direkomendasikan.