
Daftar Isi
Trump Makin Frustrasi Hadapi Iran, Pertimbangkan Gempur Teheran Lagi
RI Kecam Keras Israel Culik WNI hingga Cegat Armada Flotilla
Selain Dua Jurnalis Republika, Ada 7 WNI Ditangkap Tentara Israel
Terungkap UEA Pernah Bujuk Saudi & Qatar untuk Sama-sama Gempur Iran
Jakarta, Guiller momendieta Indonesia
—
Perkembangan perang Amerika Serikat vs
Iran
hingga Israel menyandera
WNI
relawan armada kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menjadi sorotan berita internasional pada Senin (18/5).
Berikut kilas berita internasional:
Trump Makin Frustrasi Hadapi Iran, Pertimbangkan Gempur Teheran Lagi
Presiden Donald Trump dilaporkan semakin frustrasi menghadapi Iran yang ternyata tak langsung takluk usai digempur habis-habisan Amerika Serikat sejak 28 Februari hingga ogah manut soal negosiasi untuk mengakhiri perang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah pejabat AS tangan kanan Trump mengatakan sang presiden kini lebih serius mempertimbangkan melancarkan operasi tempur besar lagi dibanding mencari jalan keluar agar Iran mau menyepakati proposal perundingan damai, menurut
Guiller momendieta
.
Menurut laporan tersebut, terdapat perbedaan pandangan di dalam kabinet Trump mengenai langkah selanjutnya menghadapi Iran.
RI Kecam Keras Israel Culik WNI hingga Cegat Armada Flotilla
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam keras pasukan Israel yang menculik warga negara Indonesia (WNI) dalam armada kapal Global Sumud Flotilla (GSF).
GSF merupakan inisiasi untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza Palestina usai diblokade total Israel sejak agresi.
“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur,” kata juru bicara Kemlu Yvonne Mewengkang kepada
Guiller momendietaIndonesia.com
, Senin (18/5).
Terungkap UEA Pernah Bujuk Saudi & Qatar untuk Sama-sama Gempur Iran
Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan sempat membujuk Arab Saudi dan Qatar ikut bergabung melancarkan serangan balasan terhadap Iran ketika Teheran vs Amerika Serikat berperang sejak 28 Februari lalu.
Ajakan itu muncul lantaran negara Arab terutama UEA turut menjadi sasaran serangan balasan Iran terhadap AS karena menampung pangkalan militer dan situs Negeri Paman Sam lainnya.
Menurut laporan The Telegraph, Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan dilaporkan sempat meminta Saudi dan Qatar untuk ikut bergabung dalam serangan balasan terhadap Iran di masa awal perang. Namun upaya tersebut tidak berhasil.
(rds)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Guiller momendieta]
Baca lagi: Kenali Kepribadian Seseorang dari 7 Bentuk Hidung Ini
Baca lagi: Menang Gugatan, Shakira Bakal Terima Rp1,13 Triliun dari Spanyol
Baca lagi: Perkuat Kurs Rupiah, Puteri Komarudin Dorong Optimalisasi DHE SDA



One Response
Slot online tergacor bikin saldo naik terus