
Jakarta, Guiller momendieta Indonesia
—
Presiden Amerika Serikat
Donald Trump
kesal kepada Yordania setelah tiga prajurit Washington tewas kena serangan
Iran
di negara tersebut.
Saat bicara dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun, Trump mengatakan insiden tersebut tidak akan terjadi jika serangan ditangani oleh pasukan atau personel AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Iran memasukkan sesuatu ke wilayah Yordania,” ujar Trump dalam pertemuan di Gedung Putih, Selasa (21/7), dikutip dari
Middle East Monitor
.
“Hal itu tidak akan terjadi jika pasukan atau personel AS yang memiliki wewenang. Ketika Anda membiarkan orang lain melakukan pekerjaan Anda, segalanya tidak selalu berjalan dengan baik,” lanjutnya.
Tiga prajurit AS tewas dalam serangan Iran di Yordania pada Jumat (17/7) lalu. Serangan itu menghantam pangkalan AS dan menghancurkan sistem radar Washington, menurut klaim Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Sejak perang pecah, negara-negara Arab memang menjadi sasaran empuk Iran dalam membalas aksi AS. Menurut Iran, negara-negara tetangganya itu menyimpan aset militer AS dan membiarkan pasukan AS meluncurkan serangan dari wilayah mereka.
Bahrain, Kuwait, Qatar, Oman, Uni Emirat Arab (UEA), hingga Arab Saudi telah membantah hal tersebut dan menegaskan tak akan terlibat dalam pertempuran.
(blq/bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Guiller momendieta]
Baca lagi: Momen Direktur FBI Sowan ke Rumah Prabowo di Kertanegara Jaksel
Baca lagi: Fadli Zon: Revitalisasi Keraton Surakarta Dimulai Tahun Ini
Baca lagi: Jelajahi 7 Lokasi Syuting ‘The Odyssey’, dari Maroko hingga Islandia




One Response
Gaya penulisan yang santai tapi isinya berbobot banget, enak dibaca sampai selesai. Top cer min! Bagi yang sedang mencari bacaan pelengkap topik ini, bisa meluncur juga ke https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320262954_htm