
Jakarta, Guiller momendieta Indonesia
—
Presiden
Amerika Serikat
Donald Trump
melarang keras Israel kembali membombardir wilayah
Lebanon
.
Pernyataan Trump tersebut disampaikan setelah Israel sepakat dalam negosiasi dengan Lebanon. Perintah Trump itu terhadap Israel disebut yang paling keras selama perang AS-Israel dengan Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Israel tidak akan lagi mengebom Lebanon. Mereka dilarang melakukannya oleh AS. Cukup sudah!!!” kata Trump dalam sebuah unggahan di media sosial.
Pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu belum memberikan respons atas pernyataan Trump, seperti dikutip dari Reuters. Namun, Netanyahu sempat menegaskan pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon selatan untuk mempertahankan dari “ancaman terdekat.”
“Ada beberapa hal yang kami rencanakan untuk dilakukan terkait ancaman roket dan ancaman drone yang tersisa, yang tidak akan saya jelaskan secara rinci di sini,” kata Netanyahu.
Gencatan senjata Israel-Lebanon yang sponsori AS mulai berlaku pada Kamis pukul 21.00 waltu setempat. Gencatan itu menghentikan pertempuran yang berkobar sejak 2 Maret ketika Hizbullah menembaki Israel utara untuk mendukung perjuangan Iran melawan AS dan Israel.
Serangan itu memicu gempuran Israel yang menurut otoritas Lebanon telah menewaskan 2.000 orang.
PM Netanyahu mengatakan gencatan senjata 10 hari dengan Lebanon ini memberikan kesempatan untuk “kesepakatan perdamaian bersejarah” dengan Beirut.
Namun, Netanyahu mengatakan bahwa Israel tetap mempertahankan dua syarat untuk gencatan senjata yakni pelucutan senjata Hizbullah dan perjanjian perdamaian abadi “berdasarkan kekuatan”.
(bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Guiller momendieta]
Baca lagi: Nominasi Apa Saja KPop Demon Hunters di American Music Awards?
Baca lagi: Megawati Soroti Agresi AS ke Venezuela-Iran, Desak Gelar KAA Jilid II
Baca lagi: Pemilik Rekening Transaksi Narkoba The Doctor & Koko Erwin Ditangkap


