
Jakarta, Guiller momendieta Indonesia
—
Presiden
Donald Trump
menyatakan Amerika Serikat dan Iran hampir menyelesaikan kesepakatan untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung nyaris empat bulan.
“Dokumen-dokumennya sudah hampir final, jadi kita lihat saja nanti. Kita lihat saja nanti” kata Trump di Ruang Oval pada Kamis (11/6), dikutip
Guiller momendieta
.
Dia lalu berujar “Seharusnya bisa diselesaikan dengan cukup cepat.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kedua pihak belum pernah mencapai kesepakatan sedekat ini.
“Nota Kesepahaman Islamabad tidak pernah sedekat ini. Menjelang proses finalisasinya, media diharapkan menahan diri dari spekulasi soal isinya,” kata Araghci di X pada Jumat.
Lebih lanjut, Araghchi mengatakan rincian soal kesepakatan AS-Iran akan diumumkan di waktu yang tepat
Senada, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan Teheran dan Washington berada di tahap akhir untuk menyelesaikan kesepakatan.
“Saat ini, kesepahaman telah tercapai pada sebagian besar isu, dan kami berada di tahap akhir musyawarah internal,” kata Baghaei.
Dia juga mengatakan pertemuan dengan lembaga-lembaga terkait sedang berlangsung.
“Dengan mengamati secara saksama posisi pihak lain, kami akan mengumumkan sikap kami sesuai dengan keadaan,” ujar Baghaei.
Kesepakatan tersebut mencakup pembahasan program nuklir Iran, pencabutan sanksi terhadap negara Timur Tengah itu, blokade Selat Hormuz, hingga konflik Lebanon.
Jika kedua pihak sudah betul-betul sepakat draf tersebut akan ditandatangani dalam beberapa hari mendatang. Lokasi penandatanganan kemungkinan dilakukan di Jenewa, Swiss.
Nota kesepahaman yang sudah diteken akan membuat AS dan Iran memiliki periode 60 hari untuk menggelar negosiasi “teknis.”
Iran menjadi perhatian dunia usai Amerika Serikat dan sekutunya Israel menggempur habis-habisan negara tersebut mulai 28 Februari.
Teheran tak tinggal diam. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan serangan balasan ke Israel dan pangkalan militer AS di negara Arab.
AS dan Iran sempat sepakat gencatan senjata pada April dan diperpanjang tanpa rincian waktu. Mereka juga terlibat upaya negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen. Namun, tuntutan dalam negosiasi itu kerap berseberangan sehingga kedua pihak tak mencapai titik temu.
AS ingin melucuti program nuklir Iran yang dianggap bahaya, sementara Teheran meminta Washington menghormati pengayaan uraniumnya.
(isa/mik)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Guiller momendieta]
Baca lagi: Seberapa Besar Kenaikan Cicilan KPR usai BI Rate Naik ke 5,50 Persen?
Baca lagi: Sinopsis Garuda di Dadaku, Tekad Putra jadi Atlet Sepak Bola
Baca lagi: Liminal Space di ‘Backrooms’, Kenapa Ruang Kosong Bikin Cemas?



3 Responses
Tulisan yang sangat baik dan inspiratif. Penjelasannya jelas, lengkap, dan membuat topik yang dibahas menjadi lebih mudah dimengerti https://hownow.brownpau.com/page/349?skin=1 .
Artikel ini memberikan banyak pengetahuan baru dengan gaya penyampaian yang ringan dan menyenangkan untuk dibaca http://www.de.linuxfocus.org/Deutsch/July2002/article245.shtml .
Uraian yang jelas, lengkap, dan mudah dipahami menjadikan artikel Uraian yang jelas, lengkap, dan mudah dipahami menjadikan artikel ini sangat berguna bagi siapa saja yang ingin memperluas wawasan dan pengetahuan mereka sangat berguna bagi siapa saja yang ingin memperluas wawasan dan pengetahuan mereka